MEMBONGKAR BUDAYA PATRIARKI MADURA: STUDI FENOMENOLOGI PASAR TRADISIONAL DI DESA LABANG SEBAGAI RUANG PUBLIK PEREMPUAN MADURA

Main Article Content

Naufal Ihya' Ulummudin Akbar Mawlana Audea Septiana Martinus Legowo

Abstract

Budaya Patriarki meringkus kebebasan perempuan Madura ke dalam ruang yang sempit. Ketertindasan perempuan Madura dalam masyarakat patriarki yang kuat terlihat begitu nyata. Eksploitasi tubuh perempuan sebagai pekerja rumah tangga, pemuas nafsu laki-laki, juru masak di dapur, dan pengurus anak seumur hidup menjadi bentuk ketertindasan perempuan yang akhirnya sulit menjamah ruang publik. Namun, di ambang ketertindasan yang ada, perempuan Madura masih memiliki kebebasan untuk ke luar rumah, yaitu ke pasar tradisional. Perempuan masih memiliki secercah harapan untuk menjamah ruang publik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk meretas budaya patriarki dan berupaya mengeksplorasi pasar tradisional sebagai ruang publik perempuan di desa, terkhusus perempuan Madura. Penelitian ini juga menjadi perlawanan senyap terhadap penelitian Madura terdahulu yang cenderung melupakan suara perempuan. Kebanyakan penelitian tentang Madura yang tergeletak lebih mengedepankan suara laki-laki dan cenderung maskulin. Padahal, perempuan Madura juga memiliki life world yang berhak untuk dirangkul suaranya. Teori ruang publik Habermas menjadi alat analisis data dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan mengedepankan kedalaman data melalui kesadaran individu dalam melakukan tindakan sosial. Hasil penelitian ini berdasar pada konsep ruang publik Habermas yang menekankan kesetaraan posisi dalam menyampaikan opini di hadapan publik. Sehingga, terlihat kesamaan posisi yang mampu dijamah perempuan desa dengan budaya patriarki yang kuat terdapat di pasar tradisional. Maka dari itu, perempuan desa mampu membongkar budaya patriarki Madura dengan menjadikan pasar tradisional sebagai momentum untuk menjamah ruang publik yang lebih luas.


Patriarchal culture embraces the freedom of Madurese women into a narrow space. The oppression of Madurese women in a strong patriarchal society looks so real. Exploitation of women's bodies as domestic workers, men's appetite gratification, cooks in the kitchen, and child caretakers for life becomes a form of oppression of women who eventually find it difficult to touch the public space. However, on the threshold of existing oppression, Madurese women still have the freedom to go out of the house, namely to the traditional market. Women still have a glimmer of hope to touch the public sphere. Therefore, this study aims to hack patriarchal culture and seek to explore traditional markets as women's public spaces in the village, especially Madurese women. This research is also a silent resistance to previous Madurese research which tends to forget women's voices. Most of the research on Madura that is lying puts forward the


 


male voice and tends to be masculine. In fact, Madurese women also have a life world that has the right to be embraced by their voices. Habermas' theory of public space becomes a data analysis tool in this research. This study uses a qualitative method with Alfred Schutz's phenomenological approach by prioritizing the depth of data through individual awareness in carrying out social actions. The results of this study are based on the concept of Habermas' public space which emphasizes the equality of positions in conveying opinions in public. Thus, it can be seen that there are similarities in positions that are able to be touched by village women with a strong patriarchal culture found in traditional markets. Therefore, village women are able to dismantle the patriarchal culture of Madura by using traditional markets as a momentum to touch a wider public space.

Article Details

Section
Articles

References

Agger, B. (2009). Teori Sosial Kritis. Kreasi Wacana.
Aliyah, istijabatul. (2017). Pemahaman Konseptual Pasar Tradisional di Perkotaan.
Istijabatul Aliyah. Cakra Wisata, 18(2), 16.
Ariyani, N. I., & Nurcahyono, O. (2014). Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Teori Perubahan Sosial. Jurnal Analisa Sosiologi, 3(1), 1–12.
Arsini. (2014). Peran Ganda Perempuan pada Keluarga Masyarakat Agraris: Kasus 10 Istri Buruh Tani di Desa Putat Purwodadi Grobogan. Sawwa, 10(1), 2.
Aziz Samudra, A. (2010). Analisis Persepsi Pelanggan Terhadap Kinerja Organisasi Publik Pengelola Pasar Tradisional: Studi Kasus Pada Perusahaan Daerah Pasar Tohaga (Bumd) Kabupaten Bogor. Sosiohumaniora, 12(2), 103. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v12i2.5444
Beauvoir, S. de. (2016). Second Sex: Fakta dan Mitos. Narasi. Bourdieu, P. (2010). Dominasi Maskulin. Jalasutra.
Bratky, S. L. (1990). Femininity and Domination: Studies in The Phenomenology of Opperession. Routledge.
Budiawan, Aryamami, D., Junaedi, F., Raditya, A., Maimunah, Sosiawan, E. A., Yuwon, A. I., Wijaya, B. S., Narwaya, S. T. G., & Faisal, A. (2015). Media (Baru), Tubuh, dan Ruang Publik (Budiawan (ed.); 1st ed.). Jalasutra.
Candra, P. H. (2019). Kritik Feminisme Postkolonial Untuk Membongkar Kultur Patriarki Dalam Budaya Manggarai. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 11(1), 1–10.
http://www.ejournal.stkipsantupaulus.ac.id/index.php/jpkm/article/view/299

Christian Elfan Pratama.W. (2019). Pasar Tradisional Berkonsep City Walk di BSB Kota Semarang (Issue September 2018). Universitas Katolik Soegijapranata.
Clark, R. M. (2010). Childhood in Society for Early Chlidhod Studies. Learning Matter Ltd.
Fakih, M. (2020). Analisis Gender & Transformas Sosial (Pertama). insist press. Farid, Mohtazul. (2017). Hegemoni Patriarki Dalam Poligami di Madura. Universitas
Negeri Airlangga.
Farid, Mohzatul, & Hidayat, M. A. (2021). Perlawanan Perempuan Pesantren Terhadap Poligami Kiai Di Madura. Edukasi Islami: Jurnal …, 10(02), 992–1009. https://doi.org/10.30868/ei.v10i02.1805
Fitlayeni, R., Marleni, M., & Elvawati, E. (2015). Strategi Organisasi Informal Menjaga Persistensi Pasar Tradisional di Kecamatan Padang Barat. MIMBAR, Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 31(1), 61. https://doi.org/10.29313/mimbar.v31i1.1106
Foucault, M. (2017). Power/Knowledge: Wacana Kuasa/Pengetahuan (T. Setiawan, Sufianto, & Dkk (eds.)). Narasi-Pustaka Promothea.
Fromm, E. (2018). Seni Mencintai (1st ed.). Basa Basi. Fromm, E. (2019). Revolusi Harapan. IRCiS0D.
Geertz, C. (2013). Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyai dalam Kebudayaan Jawa.
Komunitas Bambu.
Giddens, A. (2010). Teori Strukturasi (I). Pustaka Pelajar.
Gramsci, A. (2019). Catatan-Catatan dari Penjara. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Gultom, S. C. M. F. (2009). Wanita dan Ruang Publik. Universitas Indonesia.
Hamdani, T. (2022). Akar Masalah Kelangkaan Minyak Goreng Meski Bahan Baku Melimpah. DetikFinance. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d- 5958851/akar-masalah-kelangkaan-minyak-goreng-meski-bahan-baku-melimpah
Handoyo, P. (2018). Pengantar Metode Penelitian Sosial. Unesa Press.
Hannan, A. (2016). Gender dan Fenomena Patriarki Dalam Sosial Pendidikan Pesantren (Studi Tentang Hegemeoni Kiai Pesantren Terhadap Sosial Pendidikan Bias Gender). Seminar Nasional Gender Dan Budaya Madura III, Madura: Perempuan, Budaya & Perubahan, 229–234.
Hardiman, F. budi. (2009). Demokrasi Deliberatif: Menimbang “Negara Hukum” dan “Ruang Publik” dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas. Pustaka Filsafat.
Hebermas, J. (2004). Krisis Legitimasi (Y. Santoso, M. Syukri, & D. Nurdin (eds.)).
Qalam.
Hefni, Moh. (2007). Bhuppa’-Bhâbhu’-Ghuru-Rato ( Studi Konstruktivisme- Strukturalis tentang Hierarkhi Kepatuhan dalam Budaya Masyarakat Madura ). Karsa, XI(1), 13–20.
Hefni, Mohammad. (2019). Islam Madura: Sebuah Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Relasi Islam Pesantren dan Islam Kampung di Sumenep Madura (R. Zaiful & T. Subakti (eds.); Pertama). Literasi Nusantara.
Hidayati, S., Kurniasari, N. D., & Rahmawati, Y. (2017). Motif Dan Persepsi Sunat Perempuan Di Madura. Jurnal Komunikasi, 11(2), 159. https://doi.org/10.21107/ilkom.v11i2.3331
Kurniawan. (2021, November). Tersangka Kasus Menwa UNS, Baru Wisuda Langsung Terancam Penjara. Bisnis.Com.
Kurniawan, K. N. (2020). Kisah Sosiologi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Listyani, R. H. (2018). Sosiologi Gender. Unesa University Press.
Mahfudin, A., & Waqi’ah, K. (2016). Pernikahan Dini dan Pengaruhnya terhadap

Keluarga di Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(April), 33–49.
Martin, V. (2003). Filsafat Eksistensialisme. Pustaka Pelajar.
Maulana, A. M. R. (2013). Feminisme sebagai Diskursus Pandangan Hidup. Kalimah, 11(2), 271. https://doi.org/10.21111/klm.v11i2.96
Mawlana, A. (2022). Habitus Patriaki Pemilihan Calon Kepala Sekolah Di SMA Negeri Sumenep. Universitas Negeri Surabaya.
Muchlis, I. (2019). Fenomena Pologami Pemuda Di Kampung Batuampar Desa Pangabtoh Kec. Proppo Kabupaten Pamekasan Madura (Study Antropologi Sosial). Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Mulyani, T. (2018). Kajian Sosiologis mengenai Perubahan Paradigma dalam Budaya Patriarki untuk Mencapai Keadilan Gender. Paradigma Hukum Pembangunan, 3(2), 149–158.
Munawara, Yasak, E. M., & Dewi, S. I. (2015). Budaya Pernikahan Dini Terhadap Kesetaraan Gender Masyarakat Madura. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universi, 4(3), 426–431.
Muzzammil, S., Affan, M., HS, M. A., & Masturiyah, M. (2021). Motif, Konstruksi, dan Keadilan Semu dalam Praktik Poligami Kiai Pesantren di Madura. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 7(01), 129–142. https://doi.org/10.18784/smart.v7i01.1207
Navlia, R. (2020). Pergeseran peran Gender di Pondok Pesantren Al-Amien Putri 1 dan Tahfidz Al-Ifadah Sumenep-Madura [Universitas Islam Negeri Sunan Ampel]. http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/44999
Nietzche, F. (2014). Sabda Zarathustra (Kamdani (ed.)). pustaka pelajar.
Noer, K. U. (2021). Menolak (di)lupa(kan): Politik Tubuh dan Kuasa Tanean dalam Bingkai Kultural Madura. Perwatt.
Nugroho, W. B., & Kamajaya, G. (2019). Menakar Idealitas Lapangan Puputan Sebagai Ruang Publik Masyarakat Kota Denpasar. Politika, 10(1), 78–92.
Nurhayati, S. F. (2014). Pengelolaan Pasar Tradisional Berbasis Musyawarah Untuk Mufakat. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 18(1), 49–56.
Nurmila, N. (2015). Pengaruh Budaya Patriarki Terhadap Pemahaman Agama dan Pembentukan Budaya. KARSA, 23(105), 1–16.
Palulungan, L., K., M. G. H. K., & Ramli, M. T. (2020). Perempuan, Masyarakat Patriarki & Kesetaraan Gender (1st ed.). Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia.
Prasetyo, A. G. (2012). Menuju Demokrasi Rasional: Melacak Pemikiran Jürgen Habermas Tentang Ruang Publik. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 16(2), 37770.
Prastiwi, merlia indah. (2016). Perempuan dan Kekerasan Merlia. 9(1), 61–68. Prihutami, D. (2008). Successfull Urban Public Space. Departemen Arsitektur, Fakultas
Teknik, Universitas Indonesia.
Putri, R. A., Artaria, M. D., & Graham-Davies, S. (2018). Traditional body care of women in Madura Island. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 31(3), 339–349.
Raditya, A. (2014). Sosiologi Tubuh: Membentang Teori di Ranah Aplikasi (M. Mudzakkir (ed.); 1st ed.). Kaukaba Dipantara.
Raditya, A. (2020). Karakter Orang Madura, Nasionalisme, Dan Globalisasi.
Masyarakat Indonesia, 46(1), 15–33.
Raditya, A. (2021). Pedagogi Kaum Terkunci: Kegilaan dan Kebutaan dalam

Modernitas Pendidikan. Inira Publisher.
Read, E. (2020). Mitos Inferioritas Perempuan. Independen.
Sabariman, H. (2019). Perempuan Pekerja (Status dan Peran Pekerja Perempuan Penjaga Warung Makan Kurnia). Jurnal Analisa Sosiologi, 8(2), 164.
Sakina, A. I., & A., D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. Social Work Journal, 7(1), 71. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820
Salim, A. (2006). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (2nd ed.). Tiara Wacana. Schutz, A. (1945). The Homecomer. Amerikan Journal of Sociology, 50(5).
Sedayu, D. W. (2018). The Effects of Patriarchal Culture To Female Characters As Seen in Without Mercy By Java Wain. Departement of English Letters, Sanata Dharma University.
Sinaga, K. C., Lubis, Z., & Saragih, F. H. (2019). Analisis Profil Sosial Ekonomi Pedagang Sayur Lesehan di Pasar Tradisional. 8(April), 31–38.
Sinergi Madura.com. (2021, October). Legenda Bindara Saod dan Ratu Perempuan Pertama di Kerajaan Sumenep Madura. Sinergi Madura.Com.
Spivak, gayatri C. (2021). Dapatkah Subaltern Berbicara? Circa. Spivak, G. (2009). Nationalism and the imagination. Lectora.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitaif (S. Y. Suryandari (ed.); 3rd ed.).
Alfabeta.
Sukaatmadja, I. P. G., Nyoman, N., Yasa, K., & Rahyuda, H. (2015). Strategi Pengembangan Pasar Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mengentaskan Kemiskinan Di Bali. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis Dan Kewirausahaan, 8(2), 121–129.
Supraja, M., & Akbar, N. Al. (2020). Alfred Schutz: Pengarusutamaan Fenomenologi dalam Tradisi Ilmu Sosial. Gadjah Mada University Press.
Susen, S. (2015). Critical Notes on Habermas’s Theory of the Public Sphere.
Sociological Analysis, 5(October 2011), 37–62. Syamsuddin, M. (2019). History of Madura. Araska.
Syarifuddin, D., Tradisional, P., Perspektif, D., Daya, N., Wisata, T., Tentang, S., Pagi, P., Kota, M., Tentang, S., Pagi, P., Kota, M., Pasar, A., Bandung, P. M., Monju, P.,
Monju, P., Monju, P., Minggu, H., Juang, M., Indonesia, P. T. T., … Kunci, K. (2018). Pasar Tradisional Dalam Perspektif Nilai Daya Tarik Wisata. Jurnal Manajemen Resort Dan Leisure, 15(1), 19–32. https://doi.org/10.17509/jurel.v15i1.11266
Tong. (2010). Feminist Thought. Jalasutra.
Weir, A. (1996). Sacrificial Logics, Feminist Theory and The Critique of Identity.
Routledge.
Wismantara, P. P. (2009). Politik Ruang Gender Pada Permukiman Taneyan Lanjhang Sumenep. Egalita, IV(2), 185–198. https://doi.org/10.18860/egalita.v0i0.1991
Zamroni, I. (2011). Sunat Perempuan Madura (Belenggu Adat, Normativitas Agama, dan Hak Asasi Manusia). KARSA: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 19(2), 218–237.